Tampilkan postingan dengan label rumah idaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rumah idaman. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Desember 2011

Rumah Sehat tak Mesti Mahal

 

Membangun rumah bukan hanya soal bentuk dan material bangunan, tapi juga desain yang mendukung hidup sehat.
Salah satu kualitas yang sangat penting dalam membangun rumah adalah rumah itu harus sehat! Di luar bentuk mengejar kualitas kesehatan yang menarik atau aplikasi material produk terbaru Anda harus pada sebuah rumah. Ini adalah soal paling dasar yang mesti terpenuhi.
Rumah yang sehat adalah rumah yang desainnya mendukung kesehatan penghuninya. Rumah itu cukup terbuka, fleksibel, dan mudah dipelihara. Material yang digunakan bebas dari bahan kimia berbahaya. Anak-anak dan orangtua dapat mengakses dengan mudah dan aman ke berbagai tempat di rumah itu.
Tentu masih ada sejumlah persyaratan lain. Beberapa yang praktis dipaparkan di sini, dan dapat menjadi poin dalam perencanaan rumah Anda.

Pencahayaan Alami
Pencahayaan alami datang dari sinar matahari. Cahaya akan menerangi dan memberi kehangatan sudut yang semula gelap. Dengan begitu mencegah ruang lembap. Sinar natahari mampu membunuh 80% bakteri dan kuman yang berpotensi tumbuh.
Pasang bukaan berupa pintu, jendela, bouvelicht, ataupun lubang angin. Persentase bukaan dalam rumah yang ideal adalah 10%-20% luas lantai ruangan.
Letak bukaan harus disesuaikan dengan ruangan yang membutuhkan cahaya alami. Selain itu, selaraskan dengan arah datangnya sinar supaya ia bias masuk melalui bukaan yang kita buat.

Sirkulasi Udara
Kelancaran sirkulasi udara membuat udara di dalam rumah lebih sejuk dan sehat. Udara mudah bertukar, kadar oksigen dan karbondioksida seimbang. Usahakan plafon tidak terlalu rendah. Udara panas yang ada di bawah atap akan mudah mengenai tubuh, jika plafon itu terlalu rendah. Minimal ketinggian plafon dari lantai adalah 3m. Dengan begitu, suhu panas di bagian atas tidak dengan mudah mengenai tubuh.
Anda juga dapat meminta dibuatkan rongga atau lubang di bawah atap. Tingginya berkisar antara 10cm-20cm dengan panjang yang dapat disesuaikan dengan ukuran balok atap. Rongga ini akan membuat udara di bawah atap yang panas, mudah bertukar dengan udara baru yang lebih dingin.

Penyediaan Air Bersih
Paling sedikit, setiap satu orang penghuni memerlukan jumlah air bersih 60 liter per hari. Untuk memastikan penyediaan air, sebuah rumah memerlukan tangki penyimpanan air (tandon).
Pembuatan sumur air harus mendapatjarak yang cukup dari lubang septic tank. Minimal adalah 3m. Jika kurang, dikhawatirkan bakteri choli dari septic tank akan merembes ke sumur air bersih.

Saluran Air Limbah
Rumah yang sehat juga ditandai oleh saluran air limbah yang baik. Limbah bias berasal dari dapur, kamar mandi, area servis. Coba perhatikan hal berikut ini.
  • Pemasangan pipa harus minim belokan supaya arus air limbah lancer mengalir.
  • Kemiringan pipa dari sumber buangan ke roil kota adalah 70 derajat. Ukuran derajat itu akan membuat air buangan lancer mengalir.
  • Gunakan perangkap leher angsa untuk pipa bawah wastafel dan bak cuci piring agar serangga tertahan dan mencegah timbulnya bau tak yang sedap.
  • Pasang bak control dalam rentang jarak 4m antara satu dengan yang lain.
  • Saluran buangan air kotor dari WC harus dibuat terpisah dan di salurkan hanya ke septic tank.
Dinding dan Lantai yang Kering
Kelembapan dapat terjadi pada dinding dan lantai. Hal ini akan menciptakan ruangan yang cenderung basah dan menjadi sumber pengembangbiakan kuman.
Anda dapat mengaplikasikan keramik. Keramik merupakan jenis material yang kedap air. Lantai atau dinding menjadi mudah kering.
Dinding yang menempel pada dinding rumah tetangga umumnya akan lembap. Diantara kedua dinding dengan bahan kedap air (waterproofing) sebelum ditutup keramik.

Pembuangan Sampah
Pastikan bahwa dalam membuat desain rumah terdapat tempat pembuangan sampah yang memadai. Tempat sampah tersebut harus cukup menampung jumlah sampah harian. Terdapat penutup, dan memiliki lubang untuk saluran air jika bak sampah itu dibersihkan.

Sumur Resapan
Air bersih semakin sukar diperoleh. Sementara itu, air hujan sering kita biarkan menggelontor masuk ke saluran kota. Anda dapat meminta arsitek rumah Anda untuk menyediakan sumur resapan air hujan di pekarangan Anda. Minimal dengan membuat lubang biopori.
Beberapa hal prinsip di atas dapat Anda diskusikan bersama arsitek. Setelah dibangun ada tahap untuk selalu merawat dan memelihara kebersihan rumah. Semua ini akan membuat Anda tinggal lebih tenang. Hidup nyaman bersama keluarga untuk jangka waktu lama.

Rumah Mungil Yang Sehat

Global WarmingDewasa ini relatif sulit menemukan rumah mungil yang sehat di daerah perkotaan. Kenapa? Rumah di daerah perkotaan mengalami permasalahan serius pada beberapa hal : lahan yang sempit (karena harga yang mahal) berimbas pada penggunaannya yang ekstra efisien dalam kaca mata modern. Terlalu banyak rumah yang kini ditopang oleh teknologi buatan sebagai pengganti sumber daya alam. Lampu listrik menjadi primadona karena kurangnya pencahayaan walau siang hari. AC semakin maksimal digunakan karena tata ruang yang pengap. Taman mungil pun terpaksa disulap penuh keramik agar luas bangunan lebih lapang. Resikonya : kesehatan kita sebagai penghuninya menjadi tumbal.
Rumah mungil yang sehat – yang tidak mengkonsumsi energi secara berlebihan, akan membantu mengurangi efek pemanasan global. Secara global, jika setiap rumah dibangun berdasarkan konsep ramah lingkungan, efek pemanasan global akan menurun secara signifikan.
Bagaimana rumah yang ramah lingkungan itu? Hal-hal praktis apa saja yang bisa kita lakukan dalam membantu mengurangi pemanasan global lewat membangun rumah mungil tapi tetap sehat?

Kebutuhan Wajib Rumah Mungil Yang Sehat

Taman Mungil Yang Sejuk
Taman Dinding RumahSiasati lahan sempit rumah anda sedemikian rupa agar masih menyisakan lahan untuk taman. Luas bangunan yang seluruhnya berupa material keras bukanlah pilihan bijaksana bagi kesehatan keluarga kita. Idealnya 30% luas tanah rumah Anda harus berupa taman segar. Kenapa? Taman benar-benar menjadi sahabat karena mereka rakus memakan CO2 yang malah membahayakan kesehatan kita, sekaligus menyuplai udara bersih dalam bentuk O2 bagi lingkungannya. Kinipun banyak arsitektur rumah mungil yang mencoba menyiasati lahan sempit dengan model taman dinding (wall garden) dimana tanaman-tanaman hijau terintegrasi dengan dinding.
Bersahabat dengan Matahari
Tinggalkan lampu listrik, terlebih pada siang hari. Bangunlah rumah mungil anda dengan pencahayaan yang baik. Sedapat mungkin tiap ruangan dilengkapi jendela agar asupan sinar matahari bisa menjangkau tiap sudutnya. Matahari adalah sahabat rumah yang sehat. Manfaatkanlah sinarnya dan kurangi sengatan panasnya. Misalnya dengan menggunakan kanopi pada tiap jendela.
Sirkulasi Udara
Taman AtapAC memang sejuk, tapi gunakanlah dengan bijak pada saat yang tepat. Oleh karena itu rumah yang sehat tidaklah bergantung pada penggunaan AC sepanjang hari. Selain akan terbantu oleh adanya taman dan penempatan jendela, cobalah bangun rumah Anda dengan plafond yang agak tinggi. Semakin pendek plafond, semakin pengap udara yang terjebak di dalamnya. Bahkan anda juga masih bisa mengurangi efek panas dalam rumah dengan menggunakan arsitektur Roof Garden, yaitu atap rumah yang relatif rata dan difungsikan sebagai taman.
Jika tiap rumah di daerah perkotaan mengusung dan menjalankan prinsip rumah sehat di atas, betapa besar sumbangsihnya terhadap keberlangsungan kehidupan di bumi, termasuk untuk generasi mendatang
Wujudkan masa depan yang lebih baik dengan membangun rumah mungil yang sehat

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Host